OJK Lampung Terus Perkuat Ekonomi Nasional Di Era Normal Baru

Program relaksasi OJK bantu dunia usaha di Lampung saat pandemi

Wartasindo.com- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan dalam kondisi tetap terjaga namun dengan kewaspadaan yang terus ditingkatkan.

Melalui rilis yang dikirimkan kepada Media Daulatlampung.com, OJK akan terus mengoptimalkan berbagai kebijakan yang telah dikeluarkan untuk mendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui penguatan peran sektor jasa keuangan

Kebijakan relaksasi baik yang dinisiasi oleh OJK berupa pemberian relaksasi kredit / pembiayaan bagi debitur yang terdampak corona maupun yang bekerjasama dengan pemerintah melalui pemberian subsidi bunga maupun penempatan dana PEN pada Bank Himbara berjalan cukup efektif, khususnya di Provinsi Lampung

Hal ini tercermin dari mulai kembali membaiknya penyaluran kredit oleh perbankan sampai dengan periode Juni 2020, yang diikuti dengan perbaikan kredit bermasalah.

Bambang mengungkapkan data OJK Provinsi Lampung pada Semester I-2020 menunjukkan, kredit perbankan pada awal masa pandemi COVID19, yaitu April-Mei 2020 sempat mengalami penurunan, masing-masing turun 0,14 persen pada April 2020 dan kembali menurun sebesar 1 persen pada Mei 2020.

Namun demikian, lanjutnya, sejalan dengan mulai diberlakukannya adaptasi kebiasaan baru dan beberapa program pemulihan ekonomi nasional, pada Juni 2020 penyaluran kredit perbankan kembali tumbuh positif meskipun masih relatif rendah yaitu 0,64 persen.

Kredit bermasalah perbankan pada awal masa pandemi COVID19 (April-Mei 2020) sempat mengalami peningkatan yaitu dari 2,22 persen per Maret 2020 menjadi 2,64 persen pada April dan meningkat lagi menjadi 2,94 persen pada Mei 2020.

Namun pada Juni 2020 jumlah kredit bermasalah kembali menurun menjadi 2,79 persen. Penurunan non performing loan (NPL) perbankan pada Juni 2020 ini menunjukkan bahwa program relaksasi baik yang diinisiasi oleh OJK maupun bekerjasama dengan pemerintah berjalan cukup efektif.

Beberapa sektor ekonomi yang mengalami penurunan kredit cukup tinggi pada masa awal pandemi (April sampai Mei 2020) dan menurun cukup signifikan pada Mei 2020, antara lain sektor real estate, persewaan dan jasa perusahaan (-4,99 persen); jasa perdagangan besar dan eceran (-3,57 persen); jasa konstruksi (-2,85 persen) dan jasa transportasi, pergudangan dan komunikasi (-2,05 persen).

Sedangkan sektor ekonomi yang cukup stabil dan tidak mengalami penurunan signifikan selama masa pandemi COVID-19, antara lain sektor pertanian, sektor perikanan dan sektor bukan lapangan usaha lainnya (konsumtif).

“Berdasarkan data pelaksanaan relaksasi kredit perbankan per 30 Juli 2020, dari 130.596 debitur yang mengajukan restrukturisasi, tercatat sebanyak 124.490 pengajuan yang telah disetujui dengan nilai mencapai Rp 6,79 triliun,” katanya pula.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*