Lapas Perempuan Lampung Adakan Simulasi Critical Incident Management Kebakaran di Lapas

Bandar Lampung – Critical Incident Management adalah manajemen dalam situasi kecelakaan berbahaya yang terjadi pada tempat dan waktu yang tidak dikehendaki juga umumnya menyebabkan kerugian, salah satunya adalah peristiwa kebakaran.

Peristiwa kebakaran termasuk dalam kategori kondisi darurat baik di lingkungan luar maupun dalam lokasi tempat kerja.

Menanggapi hal tersebut, Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung mengadakan simulasi terkait penanganan peristiwa kebakaran yang ada di Lapas.
Critical Incident Management kebakaran disimulasikan langsung oleh Ka.KPLP Lapas Perempuan Lampung, Reva Shilvia Devi kepada Regu Pengamanan pada Jumat, 03 April 2020 di aula Lapas.

Simulasi diawali dengan observasi bagaimana kebakaran bisa terjadi, klasifikasi kebakaran dan memilih cara pemadaman yang paling tepat untuk setiap jenis api. Dilanjutkan dengan mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran dan strategi pencegahan kebakaran.
Kemudian, Ka.KPLP mempraktekan langsung bersama petugas bagaimana teknik menggunakan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) hingga blanket untuk korban kebakaran.

Sebelumnya, Ka.KPLP Lapas Perempuan Lampung telah mendapatkan pelatihan critical incident management oleh UNODC di Hotel Double Tree Hilton Jakarta.
UNODC atau United Nations Office On Drugs and Crime adalah bagian dari Perserikatan Bangsa-Bangsa yang dibentuk pada tahun 1997 untuk mengurusi kontrol obat-obatan, terutama Narkoba dan pencegahan kejahatan.

Reva Shilvia Devi menyampaikan bahwa simulasi ini bertujuan untuk memberikan pemahaman akan bahaya dari peristiwa kebakaran beserta cara penanggulangannya, sehingga apabila terjadi kebakaran petugas dapat tanggap dan melakukan penanggulangan dini di dalam Lapas.
“Critical Incident Management Kebakaran adalah suatu keharusan bagi petugas garda depan di Lapas Perempuan Kelas IIA Bandar Lampung. Kita harus paham untuk mengetahui bagaimana kebakaran bisa terjadi, mengidentifikasi potensi bahaya kebakaran hingga memutuskan bagaimana cara memadamkan api dengan aman” ujar Beliau.

Novi, salah satu petugas tampak antusias dan serius dalam mengikuti simulasi.
Novi menyampaikan “Kegiatan ini berguna bagi kami karena kesadaran tanggap bencana itu penting. Selain itu, sikap tanggap juga diperlukan agar kami (Petugas) selalu siap apabila terjadi kebakaran di sini (Lapas Perempuan Lampung)” Ucap Novi saat ditemui seusai simulasi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*