737 Max Dilarang Beroperasi, Maskapai China Desak Kompensasi Boeing

Sebuah maskapai China mengajukan permintaan kompensasi kepada Boeing karena pesawat 737 Max dilarang beroperasi. Selain itu, maskapai tersebut protes atas keterlambatan pengiriman 737 MAX yang telah dipesan.

Diberitakan AFP yang mengutip kantor berita China Xinhua, permintaan kompensasi disampaikan melalui sebuah surat pada Rabu (22/5) oleh maskapai Eastern Airlines. Tidak disebutkan jumlah kompensasi yang dituntut.

“China Eastern mengatakan ditangguhkannya operasional pesawat Boeing 737 MAX 8 menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan, dan kerugiannya masih terus meningkat,” tulis Xinhua.

Boeing 737 MAX di seluruh dunia ditangguhkan operasionalnya menyusul kecelakaan pesawat Ethiopian Airlines pada 10 Maret lalu, menewaskan 157 orang. Sebelumnya Oktober tahun lalu, pesawat yang sama milik Lion Air jatuh di Indonesia, menewaskan 189 orang.

Sehari setelah kecelakaan Ethiopian Airlines, Eastern Airlines menjadi maskapai pertama China yang memerintahkan penangguhkan operasi 737 MAX.

Maskapai yang berbasis di Shanghai itu mengandangkan 17 pesawat 737 MAX milik mereka. Belum diketahui hingga kapan penangguhan operasional dilakukan, namun saat ini badan aviasi AS tengah melakukan peninjauan.

Boeing sementara itu terus melakukan perbaikan agar peristiwa serupa tidak terjadi. Dua kecelakaan 737 MAX disebut terjadi karena sistem anti-stall yang eror.

Boeing pekan lalu juga mengatakan simulator terbang 737 MAX juga memiliki eror, sehingga skenario pada dua kecelakaan tidak masuk dalam latihan pilot.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*