Petani Jagung Negeri Katon Berlimpah Berkah

Wartasindo.com – Pesawaran-
Petani jagung di wilayah Kecamatan Negeri Katon, Pesawaran tak perlu khawatir dengan ketersediaan bibit dan pupuk.

Itu setelah Pemerintah Kabupaten Pesawaran menjalin kerja sama dengan Bank Lampung, PT Jabbaru, dan PT Jasindo Cabang Lampung.

Kerja sama tersebut terkait proyek percontohan pada Program Pertanian Terintegrasi di sektor pertanian jagung.

Kerja sama ini ditandai dengan rapat koordinasi sekaligus penandatanganan kesepakatan di Ruang Rapat Utama Kantor Pusat Bank Lampung, Rabu (20/3).

Hadir dalam acara tersebut yaitu Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona, Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni beserta jajaran.

Komisaris Bank Lampung Zaidirna, Direktur PT Jabaru Rahmat Faiszal, Kepala Cabang Jasindo Lampung Sugeng Prapto, Kepala Dewan Riset Daerah Kabupaten Pesawaran Edy Irawan, dan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Pesawaran Anca Martha Utama

Dalam kesempatan tersebut, Direktur Utama Bank Lampung Eria Desomsoni mengucapkan terima kasih atas kerja sama yang melibatkan Bank Lampung dalam proyek percontohan Program Pertanian Terintegrasi di Kabupaten Pesawaran.

“Bank Lampung berkomitmen untuk menyukseskan Program Pertanian Terintegrasi di Kabupaten Pesawaran. Kami akan memberikan fasilitas Kredit Usaha Rakyat sebagai solusi membiayai kebutuhan para petani,” jelas dia dalam rilisnya, Kamis, 21 Maret 2019.

Bupati Pesawaran Dendi Ramadhona mengatakan, pertemuan ini merupakan hasil tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya.

Ia pun berharap pertemuan dan kerja sama ini dapat menghasilkan solusi dalam meningkatkan produktifitas pertanian di Kabupaten Pesawaran.

Adapun yang menjadi pilot project dalam program ini adalah 100 petani jagung di wilayah Kecamatan Negeri Katon.

Dengan program ini para petani tidak perlu khawatir mengalami kerugian, karena dari proses penggarapan lahan, bibit, dan pupuk akan disediakan oleh PT Jabbaru, termasuk kewajiban menampung hasil panen.

“Apabila terjadi gagal panen, Asuransi Jasindo akan memberikan ganti rugi kepada para petani, karena usaha tersebut telah di-cover asuransi,” jelas dia.

Ia pun berharap ke depan program ini bisa diterapkan di seluruh Provinsi Lampung, bahkan di luar Provinsi Lampung.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*